Kiat Budaya Lobster Air Tawar

Berapa banyak hasil panen dari budidaya lobster air tawar yang bisa Anda dapatkan?
Apakah Anda tahu bahwa hasil panen dari budidaya lobster bisa lebih besar hanya dengan menambahkan Produk GDM Organik bisa meningkat tajam?
Ini dibuktikan dari hasil penan mitra GDM Organik yang bisa mendapatkan hasil panen lebih dari Rp.190.000.000 hanya dengan membudidayakan 6 buah kolam berukuran 1 X 2 X 0,5 m.
1. Morfologi Lobster Air Tawar
Lobster air tawar atau Cherax quadricarinatus adalah salah satu genus yang masuk ke dalam kelompok udang air tawar (Crustacea). Tubuh lobster sendiri terbagi menjadi dua bagian, yaitu kepala dada (chepalothoraks) dan badan (abdomen).
Lobster air tawar tidak memiliki tulang dalam, tetapi seluruh tubuhnya terbungkus oleh cangkang. Kaki gerak pada thoraks mencakup mata, antenna, dan antenula, mulut, serta lima pasang kaki jalan.
2. Cara Budidaya Lobster Air Tawar Dimulai Dengan Seleksi Indukan
Berikut adalah ciri-ciri indukan lobster air tawar secara baik :
A. Ciri-ciri Indukan Lobster Air Tawar Yang Siap Dipijahkan:
- Berusia minimal 6 bulan
- Memiliki panjang minimal 10 cm
- Memiliki bentuk tubuh indukan betina dan indukan jantan yang ideal.
B. Ciri-ciri Indukan Betina Lobster Air Tawar Yang Baik :
- Ukuran kepala lebih kecil daripada ukuran badan.
- Memiliki berat rata-rata 64, 73 gram.
- Dijumpai alat kelamin yang normal, berupa lubang pada pangkal kaki ketiga dari bawah untuk mengeluarkan telur.
- Berumur minimal 4-7 bulan.C. Ciri-ciri Indukan Jantan Lobster Air Tawar Yang Baik :
- Ukuran kepala lebih besar dari pada badan.
- Memiliki berat rata-rata 62, 79 gram.
- Terdapat garis merah pada capitnya.
- Terdapat tanda atau bercak warna merah pada capik sebelah luarnya yang menandakan bahwa lobster telah matang gonad atau siap kawin.
- Berumur minimal 4-7 bulan.
3. Cara Mengawinkan Lobster Air Tawar
Setelah mendapatkan indukan lobster air tawar yang baik, maka langkah selanjutnya dalam budidaya lobster air tawar yaitu mengawinkan lobster air tawar. Berikut cara mengawinkan lobster air tawar :
- Cara mengawinkan lobster air tawar yaitu dengan dipijahkan, atau memberi tempat persembunyian dengan panjang sesuai tubuhnya dan jumlah sesuai dengan betinanya.
- Tempat persembunyian bisa dibuat dengan pipa paralon berdiameter 2 inchi dan panjang 20 cm, atau disesuaikan dengan jenis dan panjang indukan.
- Lobster air tawar dipijahkan di dalam bak selama 2-3 minggu hingga terjadi proses perkawinan indukan.
- Jika menggunakan metode perkawinan massal, padat tebar maksimal 25 pasang per meter persegi.
4. Persiapan Bak Pemijahan Lobster Air Tawar
- Bak pemijahan lobster air tawar tergantung pada ukuran dan tingkat kepadatan. Untuk pemijahan, biasanya 1- 2 ekor induk jantan dengan 3 ekor induk betina.
- Kepadatan tebar dalam kolam pemijahan bisa diatur dengan 3 – 5 ekor/ m2.
- Shelter atau tempat persembunyian yang digunakan harus sesuai dengan ukuran indukan.
- Aplikasikan 50 gram/ m2 GDM Granule SaMe dengan cara ditebar merata.
- Aplikasikan 6 gram/ m2 GDM Black BOS dengan cara dilarutkan didalam air, kemudian siramkan ke dalam kolam.
5. Proses Pemijahan Lobster Air Tawar
- Menyiapkan bak pemijahan dengan kepadatan 3 – 5 ekor/ m2.
- Semprot/siramkan secara merata Suplemen Organik Cair GDM Organik Spesialis Perikanan dengan dosis 6 ml/ m2.
- Pilih indukan betina dan jantan yang unggul. Perbandingan lobster air tawar yang dipijahkan adalah 1-2 jantan : 3 betina.
- Menyiapkan shelter dengan ukuran yang sesuai dengan tubuh indukan, kemudian.
- Menjaga ketinggian air selalu stabil di kisaran 30 cm dengan suhu 23 – 290 Celsius agar proses pemijahan dapat berlangsung dengan baik.
- Pemberian makan dapat dilakukan sehari 2 kali dengan dosis 3% dari total bio mass dalam sehari.
- Tunggu selama 2 -3 minggu sampai terjadi proses perkawinan indukan. Setelah terlihat tanda-tanda bertelur, induk betina dipindahkan ke akuarium lainnya.
6. Penanganan dan Penetasan Telur Lobster Air Tawar
Dalam budidaya lobster air tawar, penanganan dan penetasan telur harus diperhatikan. Induk bertelur dipindahkan dengan cara diangkat bersamaan dengan tempat persembunyiannya.
Harus dilakukan secara hati-hati. Jarak penampungan induk bertelur dan juga ruang pengeraman baiknya tidak terlalu jauh, ayitu sekitar 150 meter.
Pegeraman telur dilakukan dalam bak yang disesuaikan dengan kehidupan lobster di alam selama 3 – 5 minggu. Pada minggu pertama, telur masih berbentuk bulat dan berwarna kuning. Kemudian, telur menjadi coklat kehitaman dan mulai tampak bagian-bagian tubuh.
Setelah satu bulan, tubuh telah terbentuk sempurna, kemudian dalam waktu 3 – 4 hari seluruh benih akan terlepas dari tubuh induknya.
7. Proses Persiapan Bak Pendederan
- Bak pendederan harus disesuaikan dengan kehidupan lobster di alam, mulai dari kedalaman, tekanan air, suhu, hingga pH.
- Temperatur air kolam berkisar 24-31o C.
- pH 6-8
- Kandungan amoniak dalam air maksimal 1,2 ppm.
- Tingkat kekeruhan air 30-40 cm.
- Aplikasikan 50 gram/ m2 GDM Granule SaMe dengan cara ditebar merata.
- Aplikasikan 6 gram/ m2 GDM Black BOS dengan cara dilarutkan didalam air, kemudian siramkan ke dalam kolam.
- Kedalaman air bisa sedalam 25 – 30 cm dengan kepadatan 20 – 50 ekor/ m2.
- Beri persembunyian berupa potongan pipa paralon atau roster untuk tempat persembunyian.
8. Proses Pendederan Lobster Air Tawar
- Burayak diletakkan dalam wadah pengeraman sampai usia 7 – 15 hari.
- Pemberian pakan 2 kali sehari berupa cacing sutera, cacing beku, atau pelet udang paling kecil sebanyak 2 – 3% berat burayak.
- Setelah usia 7 – 15 hari lakukan penjarangan kepadatan dengan kerapatan 20 – 50 ekor/ m2.
- Semprot/siramkan secara merata Suplemen Organik Cair GDM Organik Spesialis Perikanan dengan dosis 6 ml/ m2. Ulangi pengaplikasian setiap 10 hari sekali secara rutin.
9. Syarat Lokasi Kolam Lobster Air Tawar
- Budidaya lobster air tawar dapat dilakukan dengan media akuarium ataupun kolam. Untuk kolam, biasanya digunakan kolam terpal/semen.
- Ukuran kolam umumnya 200 x 200 x 50 cm bagi burayak satu indukan, atau ukuran 2 x 1 x 0,5 meter untuk 1000 ekor bibit lobster.
- Pastikan bahwa kolam telah terbebas dari zat-zat pencemar air.
- Kolam sebaiknya dibangun di tempat yang sejuk, seperti bawah pohon atau tempat tertutup.
10. Persiapan dan Pembuatan Kolam Lobster Air Tawar
Dalam pembuatan kolam untuk usaha lobster air tawar, ada dua opsi kolam yang dapat digunakan, yaitu kolam tanah atau kolam tembok. Berikut adalah beberapa persiapan yang diperlukan dalam pembuatan kolam
A. Persiapan dan Pembuatan Kolam Lobster Air Tawar di Kolam Tanah

- Lakukan pengeringan air kolam/tambak selama seminggu.
- Aplikasikan 50 gram/ m2 GDM Granule SaMe dengan cara ditebar merata.
- Aplikasikan 6 gram/ m2 GDM Black BOS dengan cara dilarutkan didalam air, kemudian siramkan ke dalam kolam.
- Isi kolam dengan air seminggu sebelum bibit dilepaskan ke dalamnya.
- Pasang aerator atau kincir air untuk menjaga sirkulasi oksigen dalam kolam.
- Pastikan bahwa kandungan air dalam kolam tanah aman bagi kelangsungan hidup lobster, mulai dari pH, oksigen, dan tingkat kekeruhan.
B. Persiapan dan Pembuatan Kolam Lobster Air Tawar di Kolam Tembok
- Kolam tembok atau kolam semen umumnya digunakan untuk pemijahan massal dan pembesaran burayak.
- Aplikasikan 50 gram/ m2 GDM Granule SaMe dengan cara ditebar merata.
- Aplikasikan 6 gram/ m2 GDM Black BOS dengan cara dilarutkan didalam air, kemudian siramkan ke dalam kolam.
- Dapat dibuat dengan ukuran ideal, yaitu 2 x 2 x 0.,5 meter.
- Kolam sebaiknya direndam terlebih dahulu selama 1 minggu untuk menghilangkan zat-zat berbahaya dengan memasukkan beberapa belah pelepah pisang ke dalam kolam.
C. Persiapan dan Pembuatan Kolam Lobster Air Tawar di Kolam Terpal

- Persiapkan lahan dengan mengukur ukuran kolam dengan kebutuhan terpal, misalnya ukuran kolam 4 x 3 meter, maka ukuran terpal sebaiknya 5 x 4 meter.
- Buat dinding kolam dengan menggunakan susunan bambu, pasang terpal dan buatlah saluran pipa kolam terpal.
- Pastikan saluran pengairan dan pembuangan air telah disesuaikan dengan kondisi di sekitar kolam.
- Aplikasikan 50 gram/ m2 GDM Granule SaMe dengan cara ditebar merata.
- Aplikasikan 6 gram/ m2 GDM Black BOS dengan cara dilarutkan didalam air, kemudian siramkan ke dalam kolam.
11. Tahap Perawatan Kolam Untuk Lobster Air Tawar
A. Tahap Perawatan Kolam Terpal Untuk Lobster Air Tawar
- Pergantian air dapat dilakukan setiap 2 – 3 hari sekali.
- Pastikan bahwa terpal tidak mengalami kebocoran, dan saluran air berfungsi secara baik untuk menjaga tekanan dan juga kualitas air kolam.
- Tempat-tempat persembunyian lobster baiknya dibersihkan secara berkala.
B. Tahap Perawatan Kolam Tembok Untuk Lobster Air Tawar
- Sama seperti kolam yang lain, pergantian air dapat dilakukan 2 – 3 hari sekali.
- Untuk kolam tebok atau kolam semen, pastikan bahwa air selalu bebas dari zat-zat berbahahaya dari tembok semen.
- Tempat-tempat persembunyian lobster baiknya dibersihkan.
C. Tahap Perawatan Kolam Tanah Untuk Lobster Air Tawar
- Pergantian air dapat dilakukan 2 – 3 hari sekali untuk menjaga kualitas air.
- Pastikan bahwa kualitas air pada kolam tanah selalu terjaga, baik kekeruhan, oksigen, maupun tekanannya.
- Tempat-tempat persembunyian lobster baiknya dibersihkan.
12. Proses Pemindahan Bibit Lobster Air Tawar Dari Bak Pendederan Ke Kolam Pembesaran
- Pemindahan bibit lobster air tawae dapat dilakukan apabila kolam telah disiapkan, lobster dipindahkan seminggu setelah air kolam diisi.
- Pastikan bahwa jumlah shelter mencukupi jumlah lobster air tawar yang dipindahkan.
13. Cara Perawatan Lobster Air Tawar
A. Cara Perawatan Lobster Air Tawar Kecil
Hal utama yang harus diperhatikan sebagai cara perawatan lobster air tawar kecil adalah kebersihan kolam lobster. Ini dikarenakan lobster air tawar yang masih kecil sangat rentan terhadap gangguan hama dan penyakit.
Oleh sebab itu, selalu perhatikan kebersihan air kolam. Sangat disarankan untuk memberikan Suplemen Organik Cair GDM Spesialis Perikanan secara rutin agar air kolam terbebas dari bibit hama dan penyakit.
Sebab, Suplemen Organik Cair GDM Spesialis Perikanan mengandung unsur mineral lengkap yang dapat memperbaiki kualitas air kolam, meningkatkan jumlah keanekaragaman plankton, mengandung bakteri permium yang sangat menguntungkan bagi pertumbuhan lobster air tawar, serta terbukti dapat meningkatkan kekebalan/antibodi lobster agar tidak mudah terserang penyakit dan menurunkan angka kematian hingga 99%.

Cara pengaplikasiannya adalah dengan menyemprot/siramkan secara merata Suplemen Organik Cair GDM Spesialis Perikanan dengan dosis 6 ml/ m2. Ulangi pengaplikasian setiap 10 hari sekali secara rutin.
Setelah 10 hari dalam kolam penetasan, benih dapat dipindahkan ke kolam pembesaran untuk dipelihara selama 2 bulan. Selanjutnya, cara perawatannya dapat disesuaikan dengan cara perawatan lobster air tawar besar.
B. Cara Perawatan Lobster Air Tawar Besar
Selain pakan, shelter menjadi hal penting yang perlu diperhatikan dalam perawatan lobster air tawar besar. Shelter ini bermanfaat sebagai tempat berlindung dan persembunyian lobster.
Shelter ini wajib ada dalam proses budidaya lobster, karena selain untuk persembunyian, shelter ini juga bermanfaat bagi lobster sebagai tempat berlindung ketika mengalami moulting.
Dengan begitu, lobster bisa terhindar dari serangan lobster lainnya, terlindung dari sinar matahari langsung, serta mengoptimalkan proses moulting. Sebab, semakin sering lobster mengalami moulting, maka pertumbuhan dan perkembangannya dapat semakin cepat.

Shelter yang cocok adalah pipa paralon dengan ukuran panjang 15 X 20 cm dan diameter 4 inci. Setelah shelter terpasang, jangan lupa untuk merawat air, shelter dan kolam agar tidak ditumbuhi bibit hama penyakit.
Cara perawatannya adalah dengan menyemprotkan/menyiramkan secara merata Suplemen Organik Cair GDM Spesialis Perikanan pada shelter dengan dosis 6 ml/ m2. Ulangi pengaplikasian setiap 10 hari sekali secara rutin.
14. Jenis dan Cara Pemberian Pakan Lobster Air Tawar Kecil
A. Jenis dan Cara Pemberian Pakan Lobster Air Tawar Kecil
Pada saat lobster air tawar masih kecil, sangat tidak disarankan untuk memberi pakan yang sulit dicerna. Contoh pakan yang harus dihindari adalah sayur-sayuran atau umbi-umbian karena susah dicerna.
Lebih baik berikan cacing sutera, pelet lobster atau cacing beku dalam bentuk kubik. Karena mengandung protein dan nutrisi yang dibutuhkan oleh lobster air tawar dalam masa pertumbuhannya.
Dosis pemberian makanan berjumlah 25% ketika pagi dan 75% untuk sore hari. Presentase porsi makanan juga disesuaikan dengan berat anakan lobster tersebut. Setidaknya 3% dari berat badan lobster ternak. Cara pemberian pakan dapat dilakukan dengan menebarkan pakan ke kolam lobster air tawar secara merata.
B. Jenis dan Cara Pemberian Pakan Lobster Air Tawar Besar
Berbeda dengan lobster air tawar yang masih kecil, pakan lobster air tawar besar sudah bisa berfariasi. Makanan lobster air tawar besar dapat berupa cacing, sayuran seperti tauge dan wortel, atau pelet khusus lobster yang dikombinasi dengan sulai pakan buatan, seperti pellet, ikan tongkol, kombinasi pelet dengan cacing tubifex atau kombinasi ikan tongkol dengan cacing tubifex.
Cara pemberian pakan dapat dilakukan dengan menebarkan pakan ke kolam lobster air tawar. Agar pakan dapat tercerna dengan lebih optimal, disarankan untuk memberikan pakan dengan dicampurkan Suplemen Organik Cair GDM Spesialis Perikanan.
15. Masa Panen Lobster Air Tawar
Masa panen lobster air tawar didasarkan atas tujuan budidayanya. Umumnya, tujuan budidaya lobster air tawar ada dua, yaitu untuk pembibitan dan pembesaran.

Pada usaha budidaya lobster air tawar untuk pembibitan, maka bibit dapat dipanen setelah ukuran lobster air tawar mencapai 1 -2 cm, yaitu sekitar usia 20 hari. sedangkan pada usaha ternak lobster air tawar pembesaran, biasanya dapat dipanen pada usia 6-8 bulan dengan berat rata-rata 100 gram ke atas.
Meski begitu, ukuran lobster air tawar dapat disesuaikan dengan permintaan pasar. Umumnya, semakin besar ukuran lobster, maka semakin mahal pula harganya.
Nah, itu adalah cara budidaya lobster air tawar secara organik yang perlu Anda ketahui. Bagaimana? Apakah Anda sudah mantap dalam membudidayakan lobster air tawar?

Komentar
Posting Komentar